Gugupku Menggugupkanku
Gugup,tanganku gemetar
Otakku seakan bermain bersama dinginnya angin senja
Kusut,terbang tak tentu arah
Tak bisa terurai,namun membeku
Ketakutan yang telah melekat erat
Menjadi karat hati yang terikat kuat
Ketakutan pada suatu kemungkinan terburuk
Ketakutan pada sesuatu yang harus aku jalani
Walaupun hembusan udara tak pernah letih
Namun jiwaku sudah membeku dalam ikatan takdir
Ingin lepas,ingin terbang jauh
Tak terbatas tanpa arah
Kusibak lapisan langit yang penuh debu halus
Tercurah,,,,,ribuan tetes air mata dari kelopak yang selalu terbuka
Hilang berjuta tebaran senyum dari bibir yang selalu menyebut-nyebut kata LULUS
Derai tawa kan segera hilang bercampur pecah ratap dan tangis
Sedu sedan dan isak teriak kita kan bercampur atmosfer duka
Ketika di selembar kertas kecil tertulis kata ”tidak lulus”
Terkubur,hari itu kan terkubur
Aku tak mampu Kawan,aku tak mampu
Membawa semua nyawamu dengan kedua sayapku
Aku kan terjatuh,nyawamu kan hilang
Maafkan aku Kawan
Aku tak bisa membawa mimpimu ............
10 Maret 2010
0 Response to "Sajak V"
Posting Komentar