Asa
Harapan itu tumbuh seiring bergulirnya waktu
Seakan tidak pernah berhenti,namun telah habis terbiar
Hidu p tak pernah pudar,hanya langkah kecil yang seakan-akan ingin menghindar dari rakusnya mata hati
Perasaan tajam telah merobek pikiran kosong di dalam hati yang beku
Ingin terbang,menghindar,bahkan hilang
Terbawa arus ombak deras hingga mencapai harga nol
Diombang ambingkan perasaan kusut,hingga tidak ada satu benangpun yang bisa terurai
Hanya untuk menjahit secercah goresan tangan
Hanya untuk menutup sesayat luka hati
Bisa?Dapat??Apakah mampu?
Kata-kata sendu hampa yang hanya dapat terucap
Melalui mulut kaku yang hampir hilang
Ya Allah,rabb ku
Dengan tetesan air mata kata-kata ini tertoreh
Dengan hati pilu tanagn ini bergerak
Siapakah gerangan yang membacanya,,,aku tidak tahu ya Allah
Ini hidupku,ini jalanku,,,,,,,,,,aku harus tegar!
28 Oktober 2009
0 Response to "Sajak XII"
Posting Komentar