Balada Anak Melayu
Bermain ombak seakan merajut sinar mentari yang memanggang buah karang
Berurai pedih menangkis duka,tatkala anak-anak kampung kehilangan ayah
Tumbuh di lingkaran miskin dunia
Hanya dapat tertawa di balik rumput belukar
anak-anak melayu
Terbakar air hujan
Terbunuh lumpur rawa
Berteduh di balik semak yang penuh duri
Mata sendu yang hampir tertutup,tidak pernah pudar oleh harapan
Ketika mimpi-mimpi anak melayu tersemai di dada,dengannyalah mereka menuai kepedihan
Anak-anak Melayu....
Maafkan aku yang hanya bisa menuliskan kata-kata ini untukmu
Melayu,aku melayu
29 Desember 2009
Bermain ombak seakan merajut sinar mentari yang memanggang buah karang
Berurai pedih menangkis duka,tatkala anak-anak kampung kehilangan ayah
Tumbuh di lingkaran miskin dunia
Hanya dapat tertawa di balik rumput belukar
anak-anak melayu
Terbakar air hujan
Terbunuh lumpur rawa
Berteduh di balik semak yang penuh duri
Mata sendu yang hampir tertutup,tidak pernah pudar oleh harapan
Ketika mimpi-mimpi anak melayu tersemai di dada,dengannyalah mereka menuai kepedihan
Anak-anak Melayu....
Maafkan aku yang hanya bisa menuliskan kata-kata ini untukmu
Melayu,aku melayu
29 Desember 2009
0 Response to "Sajak XVIII"
Posting Komentar