Rimbunnya daun nyiur telah meneduhkan beberapa anak melayu di naungannya
Bermain air,menunggu dan menggali suatu kehidupan
Saat udara mengalir,aku seakan terbang mengitari tempatku.
Berputar dan melayang melawan pusaran angin
Aliran air sungai kecil telah mencatat masa kecil yang penuh dengan lumut dan rumput
Selalu berpelukan dengan air,walaupun ianya tak sanggup buat memelukku
Jalanan penuh debu yang berpayung sinar membara adalah mainanku setiap hari
Tanpa lelah dan kusut,kususuri detik demi detik hidup yang telah menumbuhkan setiap helai rambutku
Tangan yang berbalut tanah mempunyai sejuta sensasi bagi seluruh sarafku
Geli ,namun hangat
Sssssss!
Desis binatang melata yang membangunkanku dari mimpi di siang bolong.
Ya!aku harus bangun dari tidur siangku untuk kembali bermain bersama teman Mentari ku
31 Desember 2009
0 Response to "Sajak XX"
Posting Komentar