Rintik hujan bergulir halus dan lembut di permukaan batu lapuk
Suara lembut dan tenang menambah lelap tidur kupu-kupu yang kedinginan ,bergelayut di dahan lentur yang penuh lumut
Rumput-rumput basah mulai berteman dengan lapisan tanah yang mulai becek
Namun ,ku kan tetap bercerita walaupun ia tak peduli
Dibalik daunnya yang mulai kuning
Berselimut jutaan telur yang hendak merekah
Gaduh dan teriak
Gelap dan temaram
Masing-masing menceritakan masa depan yang cerah disinari cahaya
Masing-masing mentertawakan masa lalu yang kusam oleh debu
Galau hati tak terperih,Larva tak bertuan
Ketika lapisan cangkang harus dipecahkan dengan rintangan
Ketika itulah argumen saling lempar-melempar
Lepaskan aku!
Teriak mereka yang lelah
Tidak,lepaskan dirimu dengan ilmumu.Lepaskan sendiri
Kau selalu lengah dan mengumbar senyum palsu
Kau selalu mengatakan ini sudah usai dan usang
Ingatkah Kawan,kau selalu berkata ”Semuanya sudah terlambat!”
Kau selalu habiskan sisa waktumu untuk membentuk janji suci palsu tentang persahabatan
Lepaskan aku!Aku ingin terbang bersama kalian!
Lepaskan jika Kau memang sahabatku!
Namun ,sahabat mereka telah merangkak jauh.
17 Maret 2010
0 Response to "Sajak XXIV "
Posting Komentar