Dingin merayap di tubuhku
Membuat gigi bergetar mengimbangi tubuh yang menggigil
Mataku tak bisa diam dan selalu bergerak memperhatikan setiap suasana
Aku ingin menatap wajahnya
Aku ingin mengelus wajahnya
Aku ingin mengecup wajahnya
Tetapi aku takut
Dinginnya malam hanya bisa membuatku tertunduk
Ketika aku harus bersuara,kerongkonganku tiba-tiba saja kaku
Hatiku pilu
Ya Tuhan,mengapa aku sangat mencintai dia?
Mengapa aku sangat kagun dengan dirinya?
Yang aku mau
Engkau dan aku bersatu
Aku tidak mau pilu
Biar kupecah tembok biru
Agar ku tetap bisa melihat wajahmu
Yang aku mau
Bukan jiwa dan ragamu
Namun beri aku celah untuk meletakkan sebagian cintaku dalam hatimu
Aku tidak mau pilu
Biar kubelah laut biru
Agar ku tetap bahagia melihat senyummu
Sepakat 2,3 Oktober 2010
Membuat gigi bergetar mengimbangi tubuh yang menggigil
Mataku tak bisa diam dan selalu bergerak memperhatikan setiap suasana
Aku ingin menatap wajahnya
Aku ingin mengelus wajahnya
Aku ingin mengecup wajahnya
Tetapi aku takut
Dinginnya malam hanya bisa membuatku tertunduk
Ketika aku harus bersuara,kerongkonganku tiba-tiba saja kaku
Hatiku pilu
Ya Tuhan,mengapa aku sangat mencintai dia?
Mengapa aku sangat kagun dengan dirinya?
Yang aku mau
Engkau dan aku bersatu
Aku tidak mau pilu
Biar kupecah tembok biru
Agar ku tetap bisa melihat wajahmu
Yang aku mau
Bukan jiwa dan ragamu
Namun beri aku celah untuk meletakkan sebagian cintaku dalam hatimu
Aku tidak mau pilu
Biar kubelah laut biru
Agar ku tetap bahagia melihat senyummu
Sepakat 2,3 Oktober 2010
0 Response to "Sajak XXXVI "
Posting Komentar