Eidelweis
Angin bertiup ke udara
Membawa awan gelap ke puncak pergunungan
Awan itu letih karena selalu terseret udara yang panas oleh matahari
Awan itu menangis,meneteskan air mata ke dedaunan eidelweis
Warna putih menerang
Warna hijau mencerah
Eidelweis itu ingin kubawa pulang
Namun aku tak mau
Ku takut awan kan marah padaku
Pontianak,20 Januari 2011
Angin bertiup ke udara
Membawa awan gelap ke puncak pergunungan
Awan itu letih karena selalu terseret udara yang panas oleh matahari
Awan itu menangis,meneteskan air mata ke dedaunan eidelweis
Warna putih menerang
Warna hijau mencerah
Eidelweis itu ingin kubawa pulang
Namun aku tak mau
Ku takut awan kan marah padaku
Pontianak,20 Januari 2011
0 Response to "Sajak XXXVIII "
Posting Komentar