Sajak XXXIX Tri Bintang Pamungkas Sabtu, 29 Januari 2011 Add Comment Puisi Edit Lelah.Aku terbaring di bawah sinar lampu 20 watt.Dinginnya malam tak membuatku gemetar . Di samping ku ada seorang manusia yang sangat ak... Read More
Sajak XXXVII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Air mengalir pekat dengan coklatnya Beriak dan jatuh ke parit kecil Rumput yang menghijau,anggun Dengan tetesan embun di setiap helainya Uda... Read More
Sajak XXXVIII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Eidelweis Angin bertiup ke udara Membawa awan gelap ke puncak pergunungan Awan itu letih karena selalu terseret udara yang panas oleh mataha... Read More
Sajak XXXVI Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Dingin merayap di tubuhku Membuat gigi bergetar mengimbangi tubuh yang menggigil Mataku tak bisa diam dan selalu bergerak memperhatikan seti... Read More
Sajak XXXV Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Dandelion Angin timur membawa uap yang panas. Melewati tanah gersang yg tertutup padang ilalang. Geliat cacing menderita.Sudah lama awan tid... Read More
Sajak XXXIV Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Coretan Sejarah Ibu,mana bendera kita ? Lihat ke langit biru anakku,Sang Saka Merah Putih sedang berkibar..Diselingi kepakan Garuda,suaranya... Read More
Sajak XXXIII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Hati ini ingin mati ingin mati ingin mati! Ku mau terkubur.Biar hancur ku mau lebur.Biar menyatu dgn kubur. Ganti! Ganti hati mati ini. Gant... Read More
Sajak XXXII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Pisau Pisau berkarat untuk memotong pembuluh darah pisau berkarat untuk merobek luka pisau berkarat untuk menusuk jantung keparat engkau pis... Read More
Sajak XXXI Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Tinta mulai menggores kertas yang kosong semua pikiran tertumpah, membanjiri kertas kecil yang hanya cukup untuk sebuah kalimat kata-kata di... Read More
Sajak XXX Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Kaca hatiku mulai buram karena debu air. Kabur,semuanya mengabur dan melebur. Aku berkata iya,dan aku berkata tidak. Mengapa awan itu harus ... Read More
Sajak XXIX Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Ujung pena yang tajam di selembar kertas Melukai potongan jiwa dengan warna tintanya yang hitam Merintih dan kesakitan untuk menorehkan kali... Read More
Sajak XXVIII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Jaring menjarumi jurang corong mencurangi terang taji menajamkan guci darah mendera diri kaki menapaki hati nanah memanah tanah mata mematai... Read More
Sajak XXVII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Karena Cinta Tak Harus Berbentuk Bunga Bunga-bunga itu kan layu,tangkainya kan rapuh,akarnya kan tercabut. Karena cinta tak harus berbentuk ... Read More
Sajak XXVI Tri Bintang Pamungkas Kamis, 20 Januari 2011 Add Comment Puisi Edit Matahari membuka selimut kelamnya Ketika itulah,kutemukan beronggok-onggok pemuda yang bertebaran Tak bersuara,mereka hanya bisa menorehkan ... Read More
Sajak XXV Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Ost. Romeo dan juliet instrumen yang menyedihkan .Instrumen yang mengingatkanku pada suatu hal yang sempat membuat hari-hariku merasa sedih... Read More
Sajak XXIV Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Rintik hujan bergulir halus dan lembut di permukaan batu lapuk Suara lembut dan tenang menambah lelap tidur kupu-kupu yang kedinginan ,berg... Read More
Sajak XXIII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Puisi Edit Tanah liat yang kau genggam sempat membuatku iri Lentik jari yang kau alunkan telah membentuk mahkluk kecil Kecil,hanya bisa lekat dengan ol... Read More
Sajak XXII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Kau mengangkat nafasku Kau menarik jiwaku Agar aku tahan untuk mengukir sejarah kecil pertemanan kita Sejarah kecil,sangat kecil Bahkan duni... Read More
Sajak XXI Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Untuk teman terbaikku yang telah kehilangan anak pertamanya. You raise me up,to more than I can be Kata-kata yang mampu menembus bendungan ... Read More
Sajak XX Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Rimbunnya daun nyiur telah meneduhkan beberapa anak melayu di naungannya Bermain air,menunggu dan menggali suatu kehidupan Saat udara mengal... Read More
Sajak XIX Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Langit telah bosan dengan dengkuranku Menyayat mimpi menjadi potongan mozaik halus Merentas asa yang sempat terbiar dihujani lelehan api Ket... Read More
Sajak XVIII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Balada Anak Melayu Bermain ombak seakan merajut sinar mentari yang memanggang buah karang Berurai pedih menangkis duka,tatkala anak-anak kam... Read More
Sajak XVII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Aaaaaaaaaaaaaaaa Erangan panjang manusia Mengakhiri hidup Lalu senyap,…….dan Dia telah wafat Terkejut,kami terkejut Dengan segera,tubuhnya m... Read More
Sajak XVI Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Puisi Desember Gemerisik bunyi gerimis Mengusik tidurku disiang hari Suara bumi seakan menangis Karena hujan tiada henti Rumput mulai tumbuh... Read More
Sajak XV Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Khianat Khitan anak desa Khitan anak lembah Khitan anak laut Tetapi tak khitan anak camat Khitan rambut hitam Khitan wajah kusam Khitan kuli... Read More
Sajak XIV Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Sibuk Basi Sibuk…. Sibuk busuk basi Busuk sibuk basi Sibuk busuk besi Hati sibuk wajah busuk makanan basi Kucing sibuk ikan busuk tulang bas... Read More
Sajak XIII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Kucing Kamar Kosong Derit,sorak,teriak,lalu diam Sepi,ramai,gaduh ,lalu diam Lahir,muda,tua,lalu diam Sehat,sakit lalu terdiam Kucing terdia... Read More
Sajak XII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Asa Harapan itu tumbuh seiring bergulirnya waktu Seakan tidak pernah berhenti,namun telah habis terbiar Hidu p tak pernah pudar,hanya langka... Read More
Sajak XI Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Nyanyian Surga Aku tak bisa diam Tak bisa menanti dan mengharap Tak akan sabar dalam hidup Diterbangkan awan yang terluka Berdiri,diterpa an... Read More
Sajak X Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Kisah Kafiilah dan Gadis Bertabir Kurma Dengan menyebut nama Allah,zat yang maha menebarkan dan menanamkan benih cinta. Abi: Semilir kelembu... Read More
Sajak IX Tri Bintang Pamungkas Rabu, 19 Januari 2011 Add Comment Edit Aku adalah aku yang harus mengakui keakuanku dan keangkuhan kata-kataku Aku adalah satu Bukan peniru tanpa arah yang dituju Bukan biru yang ... Read More
Sajak VIII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Catatan untuk Dia Ilmu ibarat darah yang mengalir melalui ribuan pembuluh dan tempat yang sama untuk menyuplai makanan,enzim dan oksigen... Read More
Sajak VII Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Batu Ballah Batu Betangkup Kelambu kuning ikat di atap Buatan raje negeri Makkah Sean kate yang layak teucap Hanye assalamualaikum wr wb seb... Read More
Sajak VI Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Kau mengangkat nafasku Kau menarik jiwaku Agar aku tahan untuk mengukir sejarah kecil pertemanan kita Sejarah kecil,sangat kecil Bahkan duni... Read More
Sajak V Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Gugupku Menggugupkanku Gugup,tanganku gemetar Otakku seakan bermain bersama dinginnya angin senja Kusut,terbang tak tentu arah Tak bisa teru... Read More
Sajak IV Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Bahasa dan Derita Ujung pena yang tajam di selembar kertas Melukai potongan jiwa dengan warna tintanya yang hitam Merintih dan kesakitan unt... Read More
Sajak III Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Surat untuk Zulfikar Matahari menguraikan sinarnya ke atas air yang terhampar di samudera.Bekasnya memutih,terpantul riak kecil gelombang ya... Read More
Sajak II Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Contek Pengawas menatap kosong Pulpen dan kertas beradu di dalam pikiran yang ompong Soal yang sulit membuatnya bengong Teman sebangku lah y... Read More
Sajak I Tri Bintang Pamungkas Add Comment Edit Fusi Senja telah mematri jutaan gelombang elektromagnet Bahkan telah menghalau kicauan burung untuk tetap terdengar Senja mengalirkan sediki... Read More